tekanan mental karena orang tua strich parent
saya memiliki orang tua yang strict parent atau sangat keras sering dipandang sebagai pola asuh yang bertujuan baik—agar anak disiplin, berprestasi, dan tidak salah pergaulan. Namun, kenyataan di realita menunjukkan bahwa pola asuh yang terlalu mengontrol, menuntut kesempurnaan, dan minim empati dapat meninggalkan luka psikologis mendalam. Salah satu permasalahan utama yang muncul adalah kerusakan mental berupa kecemasan kronis, rendah diri, dan ketakutan berbuat salah. Seorang anak yang tumbuh di lingkungan seperti ini biasanya merasa hidupnya selalu diawasi, keputusannya dipertanyakan, dan kesalahannya dibesar-besarkan. Akibatnya, ia mengembangkan kepribadian yang sering ragu mengambil keputusan, sulit percaya diri, dan mudah menyalahkan dirinya sendiri. Permasalahan ini tidak muncul tiba-tiba. saya tumbuh dalam pola interaksi yang terstruktur dalam kesehariannya: setiap nilai rapor, cara bicara, pilihan teman, bahkan hobi, sering menjadi objek kritik. Ketika orang tua terlalu ...